Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No 01 Se M 2010 -Books Download

Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No 01 SE M 2010

2020 | 9 views | 40 Pages | 953.02 KB

Pedoman pelaksanaan stabilisasi bahan jalan langsung di tempat dengan bahan serbuk pengikat dimuat secara lengkap dalam Lampiran, dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Surat Edaran Menteri ini. Demikian atas perhatian Saudara kami ucapkan terima kasih.



Jakarta 13 Januari 2010
Kepada yang terhormat
1 Gubernur di seluruh Indonesia
2 Bupati dan Walikota di seluruh Indonesia
3 Seluruh Pejabat Eselon I di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum
4 Seluruh Pejabat Eselon II di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum
Perihal Pemberlakuan Pedoman pelaksanaan stabilisasi bahan jalan langsung di
tempat dengan bahan serbuk pengikat
SURAT EDARAN
Nomor 01 SE M 2010
Dalam rangka melaksanakan Pasal 78 ayat 1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan perlu penetapan pedoman pelaksanaan stabilisasi
bahan jalan langsung di tempat dengan bahan serbuk pengikat dengan Surat Edaran
Menteri sebagai berikut
Surat Edaran ini diterbitkan untuk menjadi acuan bagi pelaksana pengawas lapangan dan
pihak lain yang berkepentingan dalam pelaksanaan stabilisasi bahan jalan langsung di
tempat dengan bahan serbuk pengikat agar sesuai rencana dan spesifikasi
Tujuan ditetapkan pedoman ini untuk dapat digunakan dalam pelaksanaan perbaikan sifat
teknis material tanah yang tidak memenuhi persyaratan tanah dasar lapisan fondasi untuk
konstruksi jalan dengan menambah bahan serbuk pengikat sehingga kekuatannya
Pemberlakuan Surat Edaran ini bagi Pejabat Eselon I dan Eselon II di lingkungan
Departemen Pekerjaan Umum untuk digunakan sebagaimana mestinya sedangkan bagi
Gubernur dan Bupati Walikota di seluruh Indonesia agar dapat digunakan sebagai acuan
sesuai kebutuhan
II MATERI MUATAN
Pedoman pelaksanaan stabilisasi bahan jalan langsung di tempat dengan bahan serbuk
pengikat menguraikan tentang bahan pengikat peralatan yang digunakan dan pelaksanaan
stabilisasi bahan jalan langsung di tempat dengan bahan serbuk pengikat
Bahan pengikat yang digunakan haruslah salah satu dari komponen atau campuran dari
semen portland semen modifikasi misal cleanset semen kapur tohor kapur padam
polimer dan lain lain sesuai dengan spesifikasi
Peralatan pada pekerjaan stabilisasi terdiri dari beberapa jenis sesuai fungsinya yaitu
a alat penebar
b alat pencampur
c alat pembentuk permukaan tanah
d truk tangki air
e alat pemadat
Pelaksanaan stabilisasi bahan jalan langsung di tempat dengan bahan serbuk pengikat
meliputi tahap sebelum pelaksanaan tahap pelaksanaan dan tahap pengendalian mutu
Berikut ketentuan khusus yang harus dilakukan sebelum pelaksanaan stabilisasi yaitu
a percobaan lapangan sebagai bagian dari sistem pengendalian mutu dan dilakukan
sebelum pekerjaan stabilisasi dimulai
b permukaan lapisan yang akan distabilisasi harus bebas dari kotoran tanaman atau
bahan lain yang tidak dikehendaki dan elevasi serta penampang melintang harus
sesuai gambar rencana dan spesifikasi
c kadar air awal bahan jalan diperiksa setiap jarak tidak lebih dari 100 m dan berkisar
2 di bawah kadar air optimum yang diperlukan untuk mencapai kepadatan
d kadar bahan pengikat ditetapkan berdasarkan hasil percobaan lapangan atau
percobaan di laboratorium dengan mempertimbangkan faktor efisiensi alat
e jumlah penebaran bahan pengikat ditentukan setelah penetapan kadar bahan
pengikat Jumlah bahan pengikat tertebar harus sesuai dengan jumlah rencana
penebaran Toleransi jumlah bahan pengikat tertebar adalah 10 dari rencana
f penggemburan dilakukan sedemikian rupa dan tingkat kegemburannya diperiksa
sebanyak 5 contoh untuk setiap panjang penggemburan 200 m untuk menjamin
tingkat kegemburan
g keseragaman pencampuran tergantung pada beberapa faktor antara lain tingkat
kegemburan dan faktor efisiensi alat pencampur Keseragaman pencampuran
diperiksa maksimum setiap 1000 m2 pekerjaan pencampuran
h kadar air dan derajat kepadatan lapangan didapatkan melalui pengujian kepadatan
lapangan minimum 1 titik untuk setiap 1000 m2 lapis terstabilisasi yang telah
dipadatkan
i kekuatan
j sambungan ke jalur berikutnya harus tanpa ada celah gap yang tidak terstabilisasi
k penyesuaian dimensi
l waktu dan lamanya pengerjaan sejak pencampuran basah sampai dengan
pemadatan akhir tidak boleh melebihi waktu pengikatan bahan pengikat yang
m perawatan curing
Kemudian dilakukan pelaksanaan stabilisasi yang terdiri dari kegiatan berikut
a persiapan lapangan yaitu melakukan pengendalian lalu lintas pembersihan
permukaan jalan yang akan distabilisasi pembentukan permukaan jalan dan
pemeriksaan kadar air awal bahan jalan
b penambahan bahan pengikat
c pencampuran
d pemadatan dan pembentukan
e perawatan
Tahapan penting lainnya adalah pengendalian mutu yang dilakukan sebelum stabilisasi
selama proses stabilisasi dan setelah selesai proses stabilisasi Berikut hal hal yang
dilakukan dalam pengendalian mutu yaitu
a verifikasi kondisi awal bahan jalan yang akan distabilisasi dan pemeriksaan kadar air
b permukaan lapisan yang akan distabilisasi
c penggemburan
d kadar bahan pengikat
e jumlah bahan pengikat tertebar
f pencampuran
g kadar air pemadatan dan derajat kepadatan
h kekuatan
i penyesuaian dimensi lapis terstabilisasi
j waktu dan lama pengerjaan
k perawatan
Pedoman pelaksanaan stabilisasi bahan jalan langsung di tempat dengan bahan serbuk
pengikat dimuat secara lengkap dalam Lampiran dan merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dengan Surat Edaran Menteri ini
Demikian atas perhatian Saudara kami ucapkan terima kasih
SURAT EDARAN MENTERI PEKERJAAN UMUM
NOMOR 01 SE M 20109
TANGGAL 13 JANUARI 2010
Daftar isi
Daftar isi i
Prakata ii
Pendahuluan iii
1 Ruang lingkup 1
2 Acuan normatif 1
3 Istilah dan definisi 2
4 Ketentuan 2
4 1 Ketentuan umum 2
4 2 Ketentuan khusus 8
5 Cara pengerjaan 12
5 1 Penyelidikan lapangan 12
5 2 Pelaksanaan 12
6 Pengendalian mutu 17
6 1 Verifikasi kondisi awal bahan jalan yang akan distabilisasi dan pemeriksaan kadar
6 2 Permukaan lapisan yang akan distabilisasi 17
6 3 Penggemburan 17
6 4 Kadar bahan pengikat 18
6 5 Jumlah bahan pengikat tertebar 19
6 6 Pencampuran 19
6 7 Kadar air pemadatan dan derajat kepadatan 20
6 8 Kekuatan 20
6 9 Penyesuaian dimensi lapis terstabilisasi 20
6 10 Waktu dan lama pengerjaan 21
6 11 Perawatan curing 21
Lampiran A normatif Perencanaan campuran stabilisasi bahan jalan dan perencanaan
struktural 22
Lampiran B normatif Daftar istilah 23
Lampiran C informatif Contoh penentuan kadar bahan pengikat aktual
berdasarkan faktor efisiensi alat pencampur dan jumlah penebaran 24
Lampiran D informatif Gambar urutan pekerjaan stabilisasi 26
Lampiran E informatif Contoh formulir pengecekan penebaran bahan serbuk pengikat 30
Lampiran F informatif Contoh pengisian formulir pengecekan penebaran
bahan serbuk pengikat 31
Bibliografi 32
Pedoman pelaksanaan stabilisasi bahan jalan langsung di tempat dengan bahan serbuk
pengikat merupakan revisi dari SNI 03 3440 1994 Tata cara pelaksanaan stabilisasi tanah
dengan semen portland untuk jalan dan SNI 03 3439 1994 Tata cara pelaksanaan
stabilisasi tanah dengan kapur untuk jalan Revisi ini dilakukan sebagai upaya memperbaiki
tata cara pelaksanaan stabilisasi yang terdapat pada versi sebelumnya Perbaikan dilakukan
dengan mempertimbangkan perkembangan teknologi stabilisasi saat ini yang berkaitan
dengan prosedur perencanaan prosedur karakterisasi bahan yang distabilisasi kapasitas
peralatan stabilisasi dan jenis bahan stabilisasi dengan efektivitas yang lebih tinggi dan
berdasarkan hasil litbang informasi dan pengalaman dari berbagai nara sumber serta
literatur lainnya
Pedoman ini disusun oleh Panitia Teknis Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil
melalui Gugus Kerja Geoteknik Jalan pada Subpanitia Teknis Rekayasa Jalan dan
Tata cara penulisan disusun mengikuti PSN 08 2007 yang merupakan revisi Pedoman BSN
No 8 Tahun 2000 sebagaimana telah ditetapkan melalui pembahasan dan persetujuan
Manajemen Teknis Pengembangan Standar MTPS BSN
Pendahuluan
Pedoman ini menguraikan pelaksanaan stabilisasi bahan jalan langsung di tempat dengan
bahan serbuk pengikat semen portland kapur atau campuran beberapa jenis bahan
serbuk mencakup ketentuan umum bahan peralatan personil termasuk ketentuan
pengamanan dan keselamatan kerja ketentuan khusus persyaratan lapis terstabilisasi
yang harus dicapai cara atau prosedur pelaksanaan stabilisasi di lapangan dan prosedur
pengendalian mutu
Dua cara atau metode pelaksanaan stabilisasi yang diuraikan pada pedoman ini adalah cara
manual dan cara mekanis Perbedaan utama kedua cara ini adalah penebaran bahan serbuk
pengikat dan pencampuran bahan serbuk pengikat dengan bahan yang distabilisasi sebagai
Pada pelaksanaan dengan cara mekanis penebaran bahan serbuk pengikat dilakukan
dengan menggunakan alat penebar mekanis spreader yang dilengkapi alat penimbangan
dan pencampuran bahan serbuk pengikat dan bahan yang distabilisasi dilakukan
menggunakan alat pencampur mekanis kapasitas tinggi stabilizer reclaimer
Pada pelaksanaan dengan cara manual penebaran bahan serbuk pengikat dilakukan secara
manual dengan menggunakan alat bantu seperti pisau pemotong dan penggaruk atau
perata dan pencampuran bahan serbuk pengikat dengan bahan yang distabilisasi dilakukan
dengan menggunakan alat pencampur konvensional Cara ini dilakukan pada pekerjaan
dengan volume kecil dan jalan pedesaan pada daerah terpencil atau jalan lingkungan
Pedoman ini digunakan sebagai acuan dan pegangan dalam pelaksanaan stabilisasi bahan
jalan langsung di tempat dengan bahan serbuk pengikat agar sesuai rencana dan
spesifikasi
Pelaksanaan stabilisasi bahan jalan langsung di tempat
dengan bahan serbuk pengikat
1 Ruang lingkup
Pedoman ini meliputi ketentuan umum bahan peralatan personil termasuk ketentuan
pengamanan dan keselamatan kerja ketentuan khusus persyaratan lapis terstabilisasi
yang harus dicapai cara atau prosedur pelaksanaan stabilisasi di lapangan dan prosedur
pengendalian mutu
2 Acuan normatif
SNI 1742 2008 Cara uji kepadatan ringan untuk tanah
SNI 03 1744 1989 Metode pengujian CBR laboratorium
SNI 1965 2008 Cara uji penentuan kadar air untuk tanah dan batuan
SNI 1966 2008 Cara uji penentuan batas plastis dan indeks plastisitas tanah
SNI 1967 2008 Cara uji penentuan batas cair tanah
SNI 03 1968 1990 Metode pengujian tentang analisis saringan agregat halus dan kasar
SNI 03 1971 1990 Metode pengujian kadar air agregat
SNI 1976 2008 Cara uji koreksi kepadatan tanah yang mengandung butiran kasar
SNI 03 2828 1992 Metode pengujian kepadatan lapangan dengan alat konus pasir
SNI 03 3437 1994 Tata cara pembuatan rencana stabilisasi tanah dengan kapur untuk
SNI 03 3438 1994 Tata cara pembuatan rencana stabilisasi tanah dengan semen portland
SNI 03 3638 1994 Metode pengujian kuat tekan bebas tanah kohesif
SNI 03 4147 1996 Spesifikasi kapur untuk stabilisasi tanah
SNI 03 1965 1 2000 Metode pengujian kadar air tanah dengan alat speedy
SNI 03 6414 2002 Spesifikasi timbangan yang digunakan pada pengujian bahan
SNI 03 6817 2002 Metode pengujian mutu air untuk digunakan dalam beton
SNI 03 6827 2002 Metode pengujian waktu ikat awal semen portland dengan menggunakan
alat vicat untuk pekerjaan sipil
SNI 03 6886 2002 Metode pengujian hubungan antara kadar air dan kepadatan pada
campuran tanah semen
SNI 03 6887 2002 Metode pengujian kuat tekan bebas campuran tanah semen
SNI 06 1140 1989 Cara uji pH air dengan elektrometer
SNI 06 2426 1991 Metode pengujian sulfat dalam air dengan alat spektrofotometer
SNI 06 2431 1991 Metode pengujian klorida dalam air dengan argentrometrik Mohr
SNI 06 2502 1991 Metode pengujian kadar minyak dan lemak dalam air secara gravimetri
SNI 15 2049 2004 Semen portland
3 Istilah dan definisi
Istilah dan definisi yang digunakan dalam pedoman ini sebagai berikut
bahan jalan
material yang dapat digunakan untuk jalan berupa tanah agregat dan material perkerasan
lama yang telah dihancurkan
bahan pengikat binder
material serbuk yang bersifat sebagai bahan pengikat semen portland kapur dan atau
berbagai jenis serbuk sesuai persyaratan penggunaannya untuk campuran bahan jalan
sehingga memperbaiki sifat teknisnya
pemotongan trimming
perataan atau perapihan yang dilakukan dengan cara memotong tipis lapis terstabilisasi
stabilisasi
suatu tindakan perbaikan mutu bahan perkerasan jalan atau meningkatkan kekuatan bahan
sampai kekuatan tertentu agar bahan tersebut dapat berfungsi dan memberikan kinerja yang
lebih baik dari pada bahan aslinya
stabilisasi bahan jalan langsung di tempat
proses pencampuran bahan jalan yang ada pada lokasi pekerjaan di lapangan bahan
pengikat dan air dengan menggunakan peralatan mekanis atau secara manual
stabilisasi dalam
ketebalan lapisan yang distabilisasi lebih besar dari 250 mm
4 Ketentuan
Apabila tidak ditentukan lain dalam gambar rencana dan spesifikasi ketentuan ketentuan
berikut ini dapat diterapkan
4 1 Ketentuan umum
4 1 1 Bahan jalan dan bahan pengikat
a Pada umumnya semua bahan jalan dapat ditingkatkan sifat teknisnya melalui proses
stabilisasi Adapun bahan pengikat yang digunakan tergantung dari jenis bahan jalan
yang akan distabilisasi dan sebagai pedoman awal digunakan Tabel 1
Tabel 1 Bahan untuk stabilisasi
Lebih besar 25 lolos 0 075 mm Lebih kecil 25 lolos 0 075 mm
Indeks Plastisitas PI PI 10 10 PI 20 PI 20 PI x lolos PI 10 PI 10
Jenis bahan stabilisasi
Semen dan campuran
bahan bersifat semen
Keterangan
dianjurkan
dipertimbangkan
tidak dianjurkan
b Penentuan penggunaan bahan pengikat tersebut harus melalui penyelidikan
laboratorium terlebih dahulu
c Bahan pengikat yang digunakan haruslah salah satu dari komponen atau campuran dari
semen portland semen yang dimodifikasi misal cleanset semen campuran dari
beberapa bahan tersemenisasi kapur tohor kapur padam polimer dan lain lain sesuai
dengan spesifikasi
d Semen portland yang digunakan adalah semen portland tipe I sesuai SNI 15 2049 2004
Adapun kapur yang digunakan adalah kapur padam atau kapur tohor sesuai SNI 03
e Campuran dari berbagai bahan pengikat tersemenisasi yang juga dapat digunakan
1 semen dan kapur
2 Ground granulated blast furnace slag GGBFS dan kapur
3 semen kapur dan abu terbang fly ash
4 kapur dan abu terbang
5 GGBFS kapur dan abu terbang
Air yang digunakan harus bersih tidak mengandung asam zat alkali bahan organik minyak
sulfat dan klorida di atas nilai yang diizinkan sesuai Tabel 2
Tabel 2 Kandungan bahan dalam air yang digunakan untuk stabilisasi
No Uraian Standar acuan Nilai izin
1 pH SNI 06 1140 1989 4 5 8 5
2 Bahan organik SNI 03 6817 2002 maks 2 000 ppm
3 Minyak mineral SNI 06 2502 1991 2 berat semen
4 Ion sulfat SNI 06 2426 1991 10 000 ppm
5 Ion klor SNI 06 2431 1991 20 000 ppm
4 1 3 Peralatan
Peralatan yang digunakan pada pekerjaan stabilisasi ini terdiri dari beberapa jenis sesuai
fungsinya Peralatan peralatan tersebut harus layak pakai dan yang memerlukan peneraan
harus dikalibrasi sesuai ketentuan yang berlaku
a Alat penebar
1 Alat penebar mekanis alat yang dilengkapi dengan timbangan untuk mengetahui
jumlah bahan pengikat tertebar Alat ini dirancang untuk menjamin penebaran
merata di seluruh area yang akan distabilisasi Alat ini juga harus mampu menebar
bahan pengikat dengan lebar bervariasi antara 0 3 meter sampai dengan 2 4 meter
lihat Gambar D 1 Lampiran D
2 Alat penebar manual atau penebaran dengan tangan seperti penggaruk atau
perata Penggunaan alat penebar manual ini hanya untuk pekerjaan dengan volume
kecil dan jalan pedesaan pada daerah terpencil atau jalan lingkungan
b Alat pencampur alat untuk mencampur bahan jalan dan bahan pengikat serta air
1 Alat pencampur mekanis memiliki kelengkapan sedemikian rupa sehingga mampu
melakukan proses pencampuran secara homogen sampai kedalaman atau
ketebalan yang sesuai dengan rencana lihat Gambar 1
Gambar 1 Alat pencampur stabilizer reclaimer
Kelengkapan yang dimiliki alat pencampur ini antara lain
a alat pengontrol kedalaman
b drum pengaduk miling drum yang dirancang dapat memotong ke atas disertai
dengan kontrol pengatur putaran lihat Gambar 2 Gigi gigi pengaduk
digunakan untuk menghaluskan atau melembutkan bahan dan membawanya
keluar melalui kotak pengaduk untuk mencegah segregasi Komponen
pengaduk terletak di tengah di antara poros roda mesin untuk menjamin
kerataan kedalaman stabilisasi
Arah kerja alat
Gambar 2 Gigi pengaduk di drum pengaduk milling drum
Untuk menjamin proses pencampuran dan penambahan air dapat dilakukan dengan
baik maka drum pengaduk atau penghancur milling drum dilengkapi dengan
peralatan sebagai berikut
a sistem pengontrol air yang mampu mengatur penambahan air sesuai dengan
rencana Sistem pengontrol dikendalikan oleh seorang operator mesin dan
berada di ruang kerja operator
b sistem pembersih nozzle yang menjamin tidak adanya nozzle yang tersumbat
sehingga penambahan air dapat dilakukan secara akurat dan merata ke seluruh
lebar jalan yang akan dikerjakan Tiap tiap grup nozzle dapat dibuka dan ditutup
dari ruang operator sesuai dengan lebar jalan yang distabilisasi
Jika terdapat lapis beraspal atau lapis tersemenisasi dan alat pencampur stabilizer
reclaimer tidak mampu menggali dan menghancurkan menghaluskannya maka
diperlukan alat lain misalnya mesin penggali dingin lihat Gambar 3 sebelum proses
pencampuran dengan bahan pengikat
Gambar 3 Mesin penggali dingin profiller cold milling machine
2 Alat pencampur konvensional seperti peralatan pertanian pulvimixer alat
pencampur pupuk rotary hoes rotovator kapasitas lebih kecil 100 PK dan alat
pembentuk mekanik motor grader dapat digunakan akan tetapi penggunaannya
cenderung menghasilkan suatu sifat campuran yang kurang baik dan dapat
mengakibatkan pengurangan umur pelayanan Penggunaan alat pencampur
konvensional ini hanya untuk pekerjaan dengan volume kecil dan jalan pedesaan
pada daerah terpencil atau jalan lingkungan
c Alat pembentuk permukaan tanah motor grader alat yang diperlukan untuk
pembentukan atau penyesuaian elevasi awal dan akhir lapis terstabilisasi lihat Gambar
D 5 Lampiran D
d Truk tangki air alat yang dilengkapi pipa penyebar air atau pipa penyambung ke mesin
pencampur untuk menambahkan air selama pencampuran basah wet mixing
e Alat pemadat alat yang mampu memadatkan lapis terstabilisasi sampai mencapai nilai
kepadatan yang ditentukan Pemilihan jenis alat pemadat yang digunakan tergantung
kebutuhan terdiri dari
1 pemadat roda besi bergigi padfoot roller 12 ton sampai dengan 18 ton yang
digunakan untuk pemadatan awal lapis terstabilisasi lihat Gambar D 4 Lampiran
D Alat ini mampu memadatkan lapis terstabilisasi dengan ketebalan lebih dari 250
2 pemadat kaki kambing sheepsfoot roller digunakan untuk pemadatan awal
sebagai alternatif apabila tidak dapat menggunakan alat pemadat roda besi bergigi
terutama untuk bahan berbutir halus
3 pemadat roda besi halus smooth drum 8 ton sampai dengan 10 ton yang
digunakan untuk memadatkan lapis terstabilisasi dan pemadatan setelah
pembentukan akhir lihat Gambar D 6 Lampiran D
4 pemadat roda karet bertekanan pneumatic tyre roller 10 ton sampai dengan 12 ton
digunakan sebagai alternatif untuk pemadatan akhir
5 timbris mekanis tamping compactor digunakan untuk memadatkan lapis
terstabilisasi pada area sempit yang sulit dijangkau alat pemadat roda besi bergigi
pemadat kaki kambing pemadat roda besi halus dan pemadat roda karet
bertekanan dan atau untuk pemadatan tambahan pada sambungan
4 1 4 Personil
Keberhasilan pelaksanaan stabilisasi tergantung dari banyak faktor satu diantaranya ialah
personil yang kompeten jujur dan bertanggungjawab dalam perencanaan maupun
pelaksanaan dan berpengalaman dalam pekerjaan stabilisasi Personil tersebut harus
mengerti teori prosedur lapangan dan metode yang diperlukan Personil yang belum pernah
mendapatkan pelatihan dan pengalaman khusus harus dibantu oleh pelaksana yang telah
mendapatkan pelatihan dan berpengalaman
4 1 5 Tindakan pengamanan dan keselamatan kerja
Pekerjaan stabilisasi bahan jalan dengan bahan pengikat ini harus dilakukan dengan hati
hati Bahan pengikat tersebut dapat digunakan tanpa menimbulkan bahaya apabila
dilakukan tindakan pencegahan Terutama kapur tohor yang merupakan bahan berbahaya
akan bereaksi dengan air menghasilkan panas yang dapat menyebabkan luka bakar
Reaksi kimia antara kapur dan air juga dapat masuk ke dalam mata dan ke dalam tubuh
manusia melalui pernapasan
Sebagai acuan keamanan yang dilakukan pada waktu pelaksanaan pekerjaan stabilisasi ini
sebagai berikut
a bahan pengikat terutama kapur dan semen dihindarkan terjadinya kontak dengan kulit
karena di dalam bahan pengikat tersebut mengandung alkalin
b menggunakan kaca mata pelindung untuk mencegah abu bahan pengikat masuk ke
dalam mata
c menggunakan alat sejenis masker untuk menutupi hidung dan mulut sehingga
mencegah debu masuk ke dalam tubuh
d pada cuaca panas bagian muka dan leher akan terkena iritasi yang disebabkan oleh
abu bahan pengikat terutama semen dan kapur Bagian muka dan leher tersebut
sebaiknya dilindungi
e menggunakan perlengkapan seperti celana panjang baju lengan panjang sarung
tangan dan sepatu boot
f setelah pekerjaan selesai sebaiknya pelaksana pekerjaan stabilisasi tersebut langsung
mandi untuk membersihkan bahan pengikat yang menempel pada kulit
g pertolongan pertama yang dilakukan
1 apabila kulit terkena bahan pengikat cuci dengan sabun secara merata dan dibasuh
dengan air hangat untuk menghilangkan bahan pengikat tersebut
2 bahan pengikat yang masuk ke dalam mata dihilangkan dengan perawatan khusus
yaitu dengan menggunakan kapas dan dengan mencucurkan air bersih ke dalam
mata selama sekurang kurangnya 10 menit Lanjutkan cara tersebut sampai mata
mendapatkan pengobatan
3 jika bahan pengikat terhirup atau termakan orang tersebut sebaiknya dipindahkan
ke tempat berudara segar dijaga agar tetap hangat dan beristirahat sampai
mendapatkan pengobatan
Penggunaan alat uji kepadatan dengan nuklir untuk menguji kepadatan dan atau kadar air di
lapangan harus dilakukan dengan hati hati mengikuti petunjuk penggunaan yang dikeluarkan
oleh pabrik pembuatnya


Related Books

Analisis Harga Satuan Pekerjaan Jalan dan Jembatan ...

Analisis Harga Satuan Pekerjaan Jalan dan Jembatan ...

adalah Analis-K, Analisa SNI, dan Analisa Bina Marga. Dengan terbitnya Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum Nomor 02/SE/M/2013 tentang Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Bidang Pekerjaan Umum maka dapat dijadikan sebagai acuan dalam perhitungan harga satuan pekerjaan sehingga perhitungan harga satuan pekerjaan menjadi lebih rasional dan objektif. Sebagian besar AHSP masih dihitung ...

Continue Reading...
Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 02/SE/M/2010 ...

Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 02/SE/M/2010 ...

gantung untuk pejalan kaki. Tujuan ditetapkan pedoman ini adalah agar suatu konstruksi jembatan gantung pejalan kaki dapat memenuhi faktor-faktor yang diperlukan dalam desain, konstruksi hingga pemeliharaan. Pemberlakuan Surat Edaran ini bagi Pejabat Eselon I dan Eselon II di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum untuk digunakan sebagaimana ...

Continue Reading...
SURAT EDARAN MENTERI PUPR NO.10/SE/M/2018

SURAT EDARAN MENTERI PUPR NO.10/SE/M/2018

surat edaran menteri pupr no.10/se/m/2018 tentang pemberlakuan standar dokumen pemilihan pengadaan jasa konstruksi dalam rangka lelang dini di kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat untuk ta 2019

Continue Reading...
LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM TANGGAL : 4 ...

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM TANGGAL : 4 ...

rapat konsensus yang melibatkan para nara sumber, pakar dan lembaga terkait. Penerapan AHSP telah dimulai dengan terbitnya Surat Edaran Menteri PU Nomor: 02/SE/M2013, tanggal 4 Maret 2013 yang ditindaklanjuti dengan proses uji publik (public hearing) yang diselenggarakan di Batam, Surabaya dan Makasar dengan mengundang perwakilan . stakeholders

Continue Reading...
LAMPIRAN SURAT EDARAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN ...

LAMPIRAN SURAT EDARAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN ...

lampiran surat edaran menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat nomor: 12 /se/m/2014 tanggal: 23 desember 2014 tentang petunjuk teknis pengelolaan lingkungan,

Continue Reading...
Radrunde Oberfranken 552 Km Bikeline Radtourenbcher PDF ...

Radrunde Oberfranken 552 Km Bikeline Radtourenbcher PDF ...

The Naked Brewer Fearless Homebrewing Tips Tricks Rulebreaking Recipes Health Assessment In Nursing With Case Studies On Bonus CDROM Psychotherapy With Cardiac Patients Behavioral Cardiology In Practice 1. Power BI Desktop Einstieg Und Lsungen Daten Gekonnt Analysieren Und Visualisieren Inkl EBook Un Djeuner De Soleil En Italie Recettes Histoires Et Parfums De Ma Cuisine Italienne Jeneration X ...

Continue Reading...
M.I.A. By M.I.A.

M.I.A. By M.I.A.

[PDF] The Naked Brewer: Fearless Homebrewing Tips, Tricks & Rule-breaking Recipes.pdf M.i.a. - zimbio (Getty Images)At this point, the 2012 Super Bowl Halftime Show is very old news to anyone who isn't a Madonna obsessive except maybe rapper M.I.A., who is still

Continue Reading...
THE THREE LINES OF DEFENSE IN EFFECTIVE RISK MANAGEMENT ...

THE THREE LINES OF DEFENSE IN EFFECTIVE RISK MANAGEMENT ...

2 / IIA POSITION PAPER: THE THREE LINES OF DEFENSE IN EFFECTIVE RISK MANAGEMENT AND CONTROL Fortunately, best practices are emerging that can help organizations delegate

Continue Reading...
BC Performance Standards - Writing Grade 2

BC Performance Standards - Writing Grade 2

42 bc PerFormance standards: WritinG Prescribed Learning Outcomes The BC performance standards for Grade 2 personal, impromptu writing reflect the following prescribed learning outcomes from Grade 2 of the English Language Arts K to 7 Integrated Resource Package. Using the writing performance standards in a comprehensive way will provide

Continue Reading...
Effects of Global Warming Lesson Plan

Effects of Global Warming Lesson Plan

groups. They will answer questions on this article and fill in a graphic organizer. The graphic organizer will be presented to the class. After all presentations, each group of students will develop a graphic organizer that looks at the causes, implications, and solutions to the eight different effects of global warming discussed in the articles.

Continue Reading...