Optimasi Penjadwalan Pemasangan Instalasi Listrik Dan -Books Download

OPTIMASI PENJADWALAN PEMASANGAN INSTALASI LISTRIK DAN

2020 | 7 views | 18 Pages | 883.66 KB

satuan pekerjaan tersebut terdiri atas harga bahan, upah buruh, dan biaya peralatan. Pada Tabel 4.2 daftar harga material/komponen yang digunakan oleh perusahaan untuk melaksanakan pekerjaan perakitan dan pemasangan Instalasi Listrik dan Navkom pada Kapal Cepat Rudal-60.



Proses produksi yang efektif dan efisien adalah sesuatu yang ingin dicapai setiap perusahaan
manufaktur saat ini Biaya mutu dan waktu menjadi hal yang sangat berpengaruh dalam sebuah
produksi Pada manajemen proyek sebelum proyek dikerjakan perlu adanya tahap tahap
pengelolaan proyek yang meliputi tahap perencanaan tahap penjadwalan dan tahap
pengkoordinasian Dari ketiga tahapan ini tahap perencanaan dan penjadwalan adalah tahap
yang paling menentukan berhasil tidaknya suatu proyek karena penjadwalan adalah tahap
ketergantungan antar aktivitas yang membangun proyek secara keseluruhan Penjadwalan
sendiri harus disusun secara sistematis dengan penggunaan sumber daya secara efektif dan
efisien agar tujuan proyek bisa tercapai secara optimal Pemecahan masalah penjadwalan yang
baik dari suatu proyek merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam pelaksanaan proyek
untuk selesai tepat pada waktunya yang merupakan tujuan pokok baik bagi kontraktor maupun
pemiliknya Riza Arifudin 2012
Tahap perencanaan proyek kendala yang sering dihadapi adalah pada saat menentukan
waktu penyelesaian aktivitas suatu proyek Proyek disini sering mengalami kelebihan waktu
keterlambatan dan biaya yang diinginkan oleh owner pemilik tidak sesuai kontrak yang sudah
ditandatangani seharusnya suatu proyek harus diselesaikan dengan kontrak yang telah
disepakati antara pemilik dengan pelaksana Upaya upaya yang harus dilakukan adalah dengan
mempercepat penyelesaian aktivitas aktivitas tertentu dengan menggunakan manajemen proyek
masalah yang timbul pada saat pelaksanaan proyek dapat diatasi dengan adanya menajemen
proyek tersebut Upaya yang harus ditempuh adalah mempercepat penyelesaian aktivitas
aktivitas tertentu dengan salah satu alat atau tools yang bisa digunakan yaitu Project Crashing
Problem Imam Soeharto 1999 294 keterlambatan penyelesaian aktivitas sebelum waktu
pelaksanaan proyek secara keseluruhan selesai Pada Project Crashing Problem atau yang
disebut analisa waktu dan biaya yang berkenaan dengan trade off antara mempersingkat waktu
penyelesaian aktivitas dengan konsekuensinya akan terjadi kenaikan biaya langsung dan
penurunan biaya tidak langsung namun tidak mengorbankan kualitas
Kementerian Pertahanan telah bekerjasama dengan PT PAL Indonesia Persero karena
pemanfaatan produksi dalam negeri tidak kalah kualitasnya dengan produk industri dari luar
dengan menggunakan material dalam negeri Kerjasama itu dalam rangka membangun kapal
perang jenis Kapal Cepat Rudal 60 meter Viva co id news 2014
2 Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian menguraikan langkah langkah yang terencana dan sistematis yang
dilaksanakan agar proses pengerjaan penelitian dapat terstruktur dan dapat mencapai tujuan
yang ditetapkan sebelumnya dengan baik Dalam penelitian ini kegiatan dibagi dalam beberapa
tahap yaitu tahap identifikasi masalah tahap pengumpulan dan pengolahan data tahap analisa
dan pembahasan serta tahap kesimpulan dan saran Tahapan tersebut dapat dijelaskan sebagai
2 1 Identifikasi Masalah
Menentukan permasalahan yang akan dibahas yaitu penyusunan jadwal waktu yang
merupakan salah satu masalah yang akan mempengaruhi kinerja pelaksanaan proyek
pemasangan Instalasi Listrik dan Navkom pada pembuatan Kapal Cepat Rudal 60 dimana
pelaksanaan proyek ini dilaksanakan oleh PT PAL Indonesia Persero Latar belakang menjadi
dasar dalam perumusan masalah agar penelitian ini dapat menjadi lebih fokus dan terarah
sehingga pemecahan masalah dapat dilakukan lebih baik
2 2 Pengumpulan Data
Pada tahapan berikut ini memasukkan data proyek pemasangan Instalasi Listrik dan
Navkom pada kapal Data data proyek yang akan diperoleh tersebut meliputi struktur organisasi
perusahaan tersebut data waktu proses pelaksanaan proyek jumlah karyawan yang terlibat
serta pembiayaan penggunaan material dan biaya serta sumber daya lain yang dibutuhkan
2 3 Pengolahan Data
Hasil pengumpulan data diolah berdasarkan dengan metode yang digunakan dalam
penelitian ini metode yang digunakan metode Critical Path Methode CPM serta perhitungan
biaya proyek yang akan dikeluarkan baik kondisi awal dan percepatan sehingga menghasilkan
keuntungan yang diperoleh berikut dapat dilihat pada gambar 3 2 Flow Chart Pengolahan Data
Metode CPM langkah langkah dalam pengolahan data
2 4 Tahap Analisa data
Berikut tahap analisa data dengan melakukan beberapa analisis terhadap hasil penelitian
yang diperoleh dan memberikan pembahasan sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan
maka didapat beberapa data dari hasil analisis diantaranya adalah
a Analisis jalur kritis yang terjadi pada proyek
b Analisis pertambahan biaya saat waktu proses dipercepat
c Analisis pada keuntungan perusahaan
2 5 Tahap Penarikan kesimpulan dan Saran
Pada tahap ini merupakan tahap akhir dimana dilakukan penarikan kesimpulan dan saran
Kesimpulan akan menajawab tujuan penelitian yang telah dirumuskan diawal berdasarkan hasil
penelitina ini Sedangkan saran akan memberikan masukan untuk penelitian
3 Pengumpulan dan Pengolahan Data
Pada bagian ini akan disampaikan mengenai pengumpulan data yang kemudian hasilnya
akan diolah untuk mendapatkan hasil yang diinginkan
3 1 Deskripsi dan Durasi Pekerjaan
Perencanaan adalah penentuan syarat terhadap sumber sumber proyek urutan
penggunaan dalam berbagai operasi yang harus dilakukan untuk mencapai sasaran yang
diinginkan Namun perencanaan tidak lengkap bila disertai faktor waktu tapi waktu hendaknya
fleksibel terhadap pertimbangan financial sosial dan faktor lain dalam perencanaan Sedangkan
hubungan keterkaitan antara kegiatan dan durasi tiap kegiatan dapat dilihat pada tabel tabel
dibawah ini
Tabel 3 1 Uraian kegiatan Aktivitas Pendahulu Durasi Kegiatan
3 2 Biaya Proyek
Perkiraan biaya proyek memegang peranan yang penting dalam penyelenggaraan suatu
proyek dengan penyelenggaraan kegiatan proyek mulai dari tahap perencanaan pelaksanaan
dan pengendalian akan dihitung dalam nilai uang Maka pengalaman dan ketelitian akan sangat
penting dalam perhitungan penyusunan perkiraan biaya proyek Soeharto 1997 Ada beberapa
jenis biaya yang berhubungan dengan pembiayaan suatu proyek konstruksi yaitu jenis biaya
langsung Direct Cost dan biaya tak langsung Indirect Cost
3 3 Biaya Langsung DirectCost
Biaya langsung adalah semua biaya yang langsung berhubungan dengan pelaksanaan
pekerjaan konstruksi dilapangan Biaya langsung dapat diperoleh dengan mengalikan
volume kuantitas suatu pekerjaan dengan harga satuan unit cost pekerjaan tersebut Harga
satuan pekerjaan tersebut terdiri atas harga bahan upah buruh dan biaya peralatan Pada Tabel
4 2 daftar harga material komponen yang digunakan oleh perusahaan untuk melaksanakan
pekerjaan perakitan dan pemasangan Instalasi Listrik dan Navkom pada Kapal Cepat Rudal 60
Tabel 3 2 Daftar Harga Material pada Instalasi Listrik dan Navkom
Sedangkan yang termasuk dalam biaya tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang
langsung berhubungan dengan kegiatan atau langsung bekerja di lapangan Tabel 4 3
menyajikan daftar upah tenaga kerja perhari untuk jam normal
Tabel 3 3 Upah Gaji Tenaga Kerja Hari
Upah lembur dihitung tiap hari kerja yang disesuaikan dengan jabatan pekerjaan pada tiap
pekerja Pekerjaan lembur dapat diadakan suatu waktu apabila memang diperlukan seperti untuk
mengejar waktu penyelesaian proyek apabila terjadi kemunduran Jam lembur dilakukan 2 jam
setiap harinya setelah jam bekerja normal Berikut Tabel 4 4 memberikan biaya upah lembur
perhari tiap jabatan pekerja
Tabel 3 4 Upah Lembur Perhari
Dalam sehari ada 8 jam kerja normal yaitu 08 00 12 00 WIB jam 13 00 17 00 WIB dan 1
jam istirahat Apabila diadakan kerja lembur sehari maksimal 3 jam yaitu mulai jam 17 00 20 00
WIB Dalam 1 minggu ada 5 hari kerja hari sabtu dan minggu libur untuk hitungan pembayaran
lembur 1 173 x Upah Gaji Pokok Tarif ini sesusai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja
Nomor KEP 102 MEN VI 2004 pasal 11 apabila ada karyawan yang masuk dalam hari tersebut
maka dinyatakan lembur selama 6 jam dimulai dari jam pertama kecuali karyawan yang all in
3 4 Biaya Tak Langsung Indirect Cost
Biaya tak langsung dapat dinyatakan keterikatannya dalam kegiatan antara lain eksploitasi
peralatan dan mesin pengeluaran supervisor administrasi lapangan biaya pengawasan dan
lain lain Soeharto 1997 biaya yang termasuk biaya tak langsung adalah
a Biaya yang termasuk dalam overhead adalah komponen biaya meliputi pengeluaran
operasi perusahaan yang dibebankan pada proyek
b Biaya tak terduga contingencies Kontingensi adalah cadangan biaya dari suatu
perkiraan biaya atau anggaran untuk dialokasikan pada butir butir yang belum ditentukan yang
menurut pengalaman dan statistik menunjukkan selalu diperlukan Makin jauh proyek berjalan
makin banyak masukan data dan informasi sehingga masalah yang belum menentu pun akan
banyak demikian halnya dengan kontingensi Pada umumnya biaya ini diperlukan antara 0 5
5 dari total proyek
3 4 Alokasi Tenaga Kerja
Sistem pengalokasian dan jumlah tenaga kerja tiap aktivitas diperoleh dari perencanaan
awal jadwal proyek yang dibuat oleh Devisi Kapal Perang PT PAL Persero Indonesia pada
proyek Pemasangan dan perakitan Instalasi Listrik dan Navkom untuk KRI Kapal Cepat Rudal 60
ini Jadi kebutuhan tenaga kerja yang sudah dialokasikan telah ditetapkan sebelum proyek
tersebut dilaksanakan Alokasi tenaga kerja pada pemasangan dan perakitan Instalasi Listrik dan
Navkom untuk KRI Kapal Cepat Rudal 60 proyek selengkapnya disajikan dalam tabel tabel
dibawah ini yang dimulai pada tahap design material input inspeksi dan pekerjaan
penginstalasian
Tabel 3 5 Alokasi Tenaga Kerja Awal
3 5 Pengolahan Data
Penelitian ini diasumsikan dalam pengerjaanya mengerjakan tiga bagian pekerjaan yaitu
design material input inspeksi dan pemasangan jaringan listrik dan navkom pada Kapal Cepat
Rudal 60 pemecahan masalah penjadwalan pelaksanaan proyek yang akan dikerjakan terdiri
dari dua kondisi yang digunakan yaitu
a Kondisi awal Kondisi awal ini dilaksanakan dengan waktu penyelesaian proyek yang
dilaksanakan oleh perusahaan sesuai dengan selama hari kalender
b Kondisi percepatan Kondisi percepatan merupakan kondisi usulan pelaksanaan proyek
alur percepatan menjadi lebih singkat setelah diketahui jika jaringan kritis dari jaringan kerja awal
yang sudah terbentuk
3 6 Penjadwalan Pelaksaanan Kondisi Awal
a Network Diagram merupakan suatu gambar jaringan yang digunakan perencana dalam
penyelenggaraan proyek yang memberikan informasi tentang kegiatan kegiatan yang
digambarkan dalam sebuah jaringan network Dalam jaringan tersebut dapat dilihat
ketergantungan antara satu kegiatan dengan kegiatan lainnya dapat dilihat pada Gambar 3 2
Network Diagram Kondisi Awal Pemasangan Jaringan Listrik dan Navkom
b Gantt Chart menggambarkan informasi tentang ruang lingkup tugas awal yang harus
diselesaikan sebagai syarat penyelesaian tugas berikutnya Untuk proses pengolahannya maka
data yang diperhatikan adalah waktu lamanya tiap kegiatan dan ketergantungan antar aktivitas
Gantt Chart kondisi awal dari kegiatan proyek dapat dilihat pada Gambar 3 3 Gantt Chart Kondisi
Awal Pemasangan Jaringan Listrik dan Navkom
3 7 Perhitungan Waktu Proyek dengan Metode CPM
a Perhitungan Maju Foward Computation perhitungan dapat dilaksanakan dengan
menggunakan persamaan dengan rumus
ES i j TE j 0
EF i j ES i j t i j TE i t i j 2 4
ES Saat tercepat dimulainya aktivitas
TE Saat tercepat terjadinya event
EF Saat tercepat diselesaikannya aktivitas
t Waktu yang diperlukan untuk suatu aktivitas
i Kejadian awal
j Kejadian tujuan
b Perhitungan Mundur Backward Computation perhitungan dapat dilaksanakan
dengan menggunakan persamaan dengan rumus
LS LF t 2 9
LF i j TL dimana TL TE 2 10
LS i j TL j t i j 2 11
LS Saat paling lambat dimulainya aktivitas
LF Saat paling lambat diselesaikannya aktivitas
TL Saat paling lambat terjadinya event
t Waktu yang diperlukan untuk suatu aktivitas
i Kejadian awal
j Kejadian akhir
3 8 Penentuan Jalur Kritis
a Total Float dihitung dengan cara mencari selisih antara saat paling lambat dimulainya
aktivitas dengan saat paling cepat dimulainya aktivitas dihitung dengan persamaan
S LS ES 2 12
S Total float
LS Saat paling lambat dimulainya aktivitas
ES Saat tercepat dimulainya aktivitas
Pada gambar dibawah ini dapat dilihat jalur kritis pada jaringan CPM kondisi awal
3 10 Biaya Tenaga Kerja Peraktifitas Melaksanakan perhitungan biaya tenaga kerja
dibutuhkan data seperti durasi kegiatan upah tenaga kerja perhari jumlah dan alokasi tenaga
kerja peraktifitas atau kegiatan Secara perhitungan biaya tenaga kerja pada kondisi awal ini
dapat dirumuskan sebagai berikut
Durasi Kegiatan hari x Upah atau Gaji Pekerja x Jumlah Pekerja
Untuk lebih lengkapnya perhitungan biaya tenaga kerja pada kondisi awal ini dapat
dihitung dengan memperhatikan durasi kegiatan upah sesuai dengan jabatan pekerja dan
jumlah tenaga kerjanya
Hasil dari perhitungan biaya tenaga kerja peraktifitas diatas dapat dituangkan dalam
bentuk tabel dapat dilihat pada Tabel 3 9 Biaya Tenaga Kerja Peraktifitas Pada Kondisi Awal
Tabel 3 9 Biaya Tenaga Kerja Peraktifitas Pada Kondisi Awal
3 11 Penjadwalan Kondisi Usulan atau Percepatan Kondisi awal proyek dapat selesai
dalam kurun waktu 683 hari dengan biaya Rp 1 963 108 000 Dalam kondisi usulan ini akan
digunakan crash program untuk mempercepat waktu pelaksanaan proyek Crash program pada
penelitian ini dilakukan dengan memberlakukan jam lembur sedangkan crash program yang
digunakan adalah crash program dengan batasan waktu maksimal yaitu penyelesaian proyek
dengan batasan waktu maksimal yang ditetapkan oleh pemilik proyek Karena keterlambatan
pelaksanaan proyek maka diusulkan suatu penjadwalan dengan melakukan percepatan waktu
penyelesaian proyek menjadi lebih singkat yaitu 550 hari Adapun pemberlakuan kerja lembur
untuk aktifitas proyek yang dapat dilihat pada Tabel 3 10 Adapun asumsi asumsi yang
digunakan dalam crash program antara lain adalah
a Kegiatan yang dilaksanakan dapat dipotong atau dipercepat pelaksanaannya
b Dengan adanya jumlah sumber daya yang tersedia tidak merupakan suatu kendala dalam
pelaksaan proyek
c Jika dalam penyelesaian proyek diinginkan waktu penyelesain lebih cepat dengan lingkup
yang sama maka kebutuhan sumber daya akan bertambah
Tabel 3 10 Durasi Pekerjaan dari Percepatan
Diagram dibawah merupakan diagram waktu pekerjaan dipercepat
3 12 Perhitungan Jalur Kritis Kondisi Percepatan
Hasil dari perhitungan biaya tenaga kerja peraktifitas yang dipercepat dapat dicari slope
aktifitas yang berguna mengetahui perbandingan untuk memilih aktifitas kritis mana yang akan
diperpendek semakin kecil biaya untuk memperpendek priode waktu dari aktivitas tersebut
demikian sebaliknya Biaya perunit waktu atau slope untuk sembarang aktivitas dihitung dengan
Tabel 3 14 Tambulasi Biaya Normal Dipercepat dan
Slope Biaya
Tabel 4 15 Durasi Aktivitas Biaya Proyek Kondisi Awal dan Dipercepat
3 13 Perubahan Biaya Tenaga Kerja dan Analisa Ekonomi Proyek Perubahan Biaya
Tenaga Kerja Setelah mengalami Crash Program maka terdapat perubahan biaya upah tenaga
kerja dikarenakan adanya kerja lembur atau percepatan durasi pekerjaan sebesar
Rp 2 075 214 406 Rp 1 963 108 000 Rp 112 106 406 dengan adanya percepatan
penyelesaian proyek tersebut adanya peningkatan biaya yang terjadi yaitu sebesar Rp
112 106 406 selama 550 hari atau sekitar Rp 203 829 perhari
Analisa Ekonomi Proyek Data data yang dibutuhkan dalam melakukan analisa ekonomi
proyek untuk kedua kondisi data biaya langsung biaya tidak langsung dan nilai proyek
1 Biaya Bahan Baku
Untuk mengetahui biaya bahan baku atau material yang disebut dengan biaya langsung
dapat dilihat pada data data seperti harga material proyek Tabel 4 2 untuk perincian perhitungan
biaya bahan baku atau material langsung yakni Rp 15 190 022 609
2 Biaya Tenaga Kerja Langsung
Perhitungan biaya tenaga kerja langsung diperoleh dari total biaya untuk upah pada Tabel
4 15 durasi aktivitas biaya tenaga kerja proyek kondisi awal dan dipercepat adapun kondisi total
biaya langsung kedua kondisi adalah
a Total biaya tenaga kerja langsung pada kondisi awal normal Rp 1 963 108 000
b Total biaya tenaga kerja langsung pada kondisi percepatan Rp 2 075 214 406
Perbedaan biaya tenaga kerja langsung pada kondisi awal normal dengan kondisi
percepatan terdapat selisih sekitar Rp 112 106 406
Untuk biaya tenaga kerja langsung pada kondisi percepatan mengalami perubahan biaya
Adanya penambahan biaya disebabkan karena adanya penambahan biaya tenaga kerja lembur
Sehingga hal ini merupakan konsekuensi diadakan percepatan dengan kerja lembur yang
dikarenakan keterlambatan pelaksanaan proyek waktu awal
3 Biaya Tidak Langsung
Biaya tidak langsung yang terdapat pada proyek pemasangan instalasi listrik dan navkom
ini antara lain adalah menyangkut biaya pemeliharaan fasilitas pengadaan barang administrasi
dan inspeksi lapangan besarnya biaya tidak langsung ini adalah 5 dari total biaya tenaga kerja
langsung dan biaya kelangsungan besarnya biaya tak langsung adalah
a Biaya tak langsung kondisi awal dengan waktu bekerja 683 hari
Rp 857 656 530 45 Rp 857 656 530 45
b Biaya tak langsung kondisi percepatan dengan waktu bekerja 550 hari Rp
863 261 850 75
Dari perhitungan di atas bahwa biaya tak langsung proyek untuk kondisi percepatan
Rp 863 261 850 75 lebih besar dibandingkan dengan biaya tak langsung untuk kondisi awal
Rp 857 656 530 45 hal ini dikarenakan perusahaan harus memberi biaya additional tambahan
biaya kepada karyawan
a Kondisi awal dengan waktu bekerja 683 hari
Total biaya proyek I
Rp 18 110 787 139 45
b Kondisi percepat dengan waktu bekerja 550 hari
Total biaya proyek II
Rp 18 128 498 865 00
Untuk nilai proyek yang pemasangan instalasi listrik dan navkom senilai Rp
18 957 000 000 Dari kondisi awal pengerjaan 683 memungkinkan terjadi potensial cost yaitu
penalty yang diberikan oleh client dimana penalty diberikan jika terjadi keterlambatan pengerjaan
dari waktu yang sudah ditentukan di dalam SPK Surat Perjanjian Kontrak 550 hari kerja untuk
pengerjaan instalasi tersebut besar penalty yang disepakati oleh perusahan dan client 10 dari
nilai proyek Sementara dengan kondisi percepatan yang mana lebih cepat 133 hari maka potensi
keterlambatan dikatakan 0 Akibatnya potensi kerugian serta keuntungan kondisi awal dan
kondisi percepatan dapat dihitung sebagai berikut
Kondisi Awal
Kontrak Proyek Proyek I Penalty 10
Rp18 957 000 000 Rp18 110 787 139 45 Rp 1 895 700 000
Rp 1 049 487 139 45
Kondisi Percepatan
Kontrak Proyek Proyek II
Rp 18 957 000 000 Rp 18 128 498 865 00
Rp 828 501 135 00
Dari perhitungan diatas terlihat bahwa keuntungan menggunakan percepatan terhindar
dari penalty client yang dimana nilainya cukup significant yakni sebesar Rp 828 501 135 00 dan
ditambah dengan kerugian 1 049 487 139 yang mana hal tersebut dapat mengurangi
berkurangnya kepuasan client dan meruginya perusahaan
4 1 Analisa Critical Path Method CPM Kondisi Awal
Kondisi awal pada pelaksanaan proyek memerlukan waktu 683 hari untuk pengerjaan
pemasangan instalasi dari perhitungan maju dan mundur seperti pada Tabel 3 6 dan Tabel 3 7
terdapat 16 kegiatan kitis yaitu suatu kegiatan dengan tabel float 0 dan ini berarti kegiatan
tersebut harus dilakukan dan tidak bisa ditunda dan apabila terjadi penundaan atau


Related Books

State of Montana - Montana Department of Transportation

State of Montana - Montana Department of Transportation

the 21st Century (MAP-21) legislation requires States to conduct or update an assessment of its highway safety data and traffic records system every 5 years in order to qualify for §405(c) grant funding. The State’s Governor’s Representative must certify that an appropriate assessment has

Continue Reading...
Montana Emergency Response Framework

Montana Emergency Response Framework

Montana Emergency Response Framework 3 | P a g e , 2017 Revision 3.1 Approval & Implementation Under Montana statute, each level of government is responsible for the safety and security of its residents. Montanans expect local, tribal and state governments to keep them informed and provide assistance in the event of an emergency or disaster.

Continue Reading...
OFFICE OF THE GOVERNOR

OFFICE OF THE GOVERNOR

Safety Assessment and Management: Full implementation of the evidence-based Safety Assessment and Management System (SAMS), providing statewide consistency in investigations, assessments, and family involvement and support. The SAMS model includes mandatory home visits and interviews with every member of a home where abuse is alleged.

Continue Reading...
OFFlCE OF TIIE GoVERNOR - DPHHS

OFFlCE OF TIIE GoVERNOR - DPHHS

• Safety Assessment and Management: Full implementation of the evidence-based Safety Assessment and Management System (SAMS), providing statewide consistency in investigations, assessments, and family involvement and support. The SAMS model includes mandatory home visits and interviews with every member of a home where abuse is alleged.

Continue Reading...
Montana Department of Justice Office of the Child and ...

Montana Department of Justice Office of the Child and ...

of the system occurred the first week of December 2018. Full replacement of the current system will not occur until 2024; however, the initial steps will improve searches for history and consistent application of the safety assessment model. 6) The State of Montana recognize the impact that lack of treatment and safety options have

Continue Reading...
STATE OF MONTANA - Montana Department of Transportation

STATE OF MONTANA - Montana Department of Transportation

The purpose of an assessment is to review all components of a given highway safety or EMS program, note the program's strengths and accomplishments, and note where improvements can be made. The assessment can be used as a management tool for planning purposes and for making decisions about how to best use available resources. The assessments ...

Continue Reading...
UPDATE (Page 1) > - Montana

UPDATE (Page 1) > - Montana

Montana Safety Assessment Management System State of Montana IT Project Excellence Award Best of the Web Roadside Payments, Candidate Filing Montana Connections Best of the Web Prescription Drug Registry Best of the Web Prescription Drug Registry, Asbestos Project Permitting, Income Tax Express, Brand Rerecord 2015 2013 2011 2010 2009 Licensee Lookup Best of the Web Best of the Web FWP Online ...

Continue Reading...
Montana Safety and Security Guidelines

Montana Safety and Security Guidelines

Montana Safety and Security Guidelines . Safety Rubric . Montana Office of Public Instruction . Montana Safety and Security Guidelines . Purpose . The Office of Public Instruction plays an essential role in providing local school districts in Montana helpful materials and resources. This document is intended as a tool for your district to build or edit an Emergency Management Plan, and to ...

Continue Reading...
Montana Safety and Security Guidelines - Montana Office of ...

Montana Safety and Security Guidelines - Montana Office of ...

Montana Safety and Security Guidelines . Safety Rubric . Montana Office of Public Instruction . 1 . Montana Safety and Security Guidelines . Purpose . The Office of Public Instruction plays an essential role in providing local school districts in Montana helpful materials and resources. This document is intended as a tool for your district to build or edit an Emergency Management Plan, and to ...

Continue Reading...
Child and Family Services Policy Manual: Investigation ...

Child and Family Services Policy Manual: Investigation ...

The Montana Safety Assessment and Management System (SAMS) Model . Key Principles . The Department has implemented a safety intervention system. The . Montana Safety Assessment and Management System (SAMS) is designed to ensure that safety assessment guides decision-making throughout the life of the case.

Continue Reading...